China Mainkan Peran Konstruktif untuk Redakan Ketegangan

China Mainkan Peran Konstruktif untuk Redakan Ketegangan

China Mainkan Peran Konstruktif untuk Redakan Ketegangan – China, Jumat (19/4) menyatakan akan “terus memainkan peran konstruktif untuk meredakan” ketegangan di Timur Tengah. Sesudah fasilitas Iran melaporkan ledakan yang terdengar di dekat kota Isfahan dan fasilitas AS. Mengutip para pejabat yang menyatakan Israel sudah laksanakan serangan balasan pada negara saingannya itu.

“China menentang segala tindakan yang makin menambah ketegangan dan akan tetap memainkan peran konstruktif untuk meredakan situasi.” Kata juru berbicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian.

Sistem pertahanan udara di beberapa kota di Iran di aktifkan pada hari Jumat, lapor fasilitas pemerintah, sesudah stasiun penyiaran formal negara. Selanjutnya menyatakan ledakan terdengar di dekat Isfahan.

Israel sebelumnya sudah memperingatkan bahwa mereka akan membalas. Sesudah Iran menembakkan ratusan rudal dan drone ke Israel hampir seminggu yang lalu. Sebagai pembalasan atas serangan mematikan yang menurut Teheran di lakukan oleh musuhnya yang menghancurkan konsulat Iran di Suriah.

Kekhawatiran akan efek regional yang besar akibat perang Gaza sudah meningkat.

Baca Juga: Israel Ingin Perluas Konflik dan Selamatkan Muka

China akan Mainkan Peran Konstruktif untuk Redakan Ketegangan Setelah Laporan Serangan terhadap Iran

Kedutaan Besar Beijing di Teheran pada hari Jumat memperingatkan warga dan perusahaannya di Iran untuk “mengambil tindakan pencegahan pada risiko keamanan, perhatikan perkembangan suasana dan memastikan keselamatan mereka sendiri”.

“Saat ini, suasana keamanan di negara tuan tempat tinggal berubah dengan cepat,” kata kedutaan itu dalam pernyataannya di fasilitas sosial.

China adalah mitra dekat Iran, mitra dagang terbesarnya, dan konsumen utama minyak yang terkena sanksi.

Amerika Serikat sudah berulang kali mengajukan permintaan publik supaya China manfaatkan pengaruhnya pada Teheran untuk mengelola ketegangan di kawasan, yang selagi ini sedang meningkat akibat konflik Israel-Hamas.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengadakan obrolan dengan rekannya dari Iran minggu ini. Dan fasilitas pemerintah melaporkan bahwa Teheran menyatakan pihaknya “bersedia menahan diri” sesudah serangan pertamanya di wilayah Israel.

China, yang secara historis bersimpati pada perjuangan Palestina, sudah menyerukan gencatan senjata di Gaza sejak perang di awali ketika militan Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *