Pemerintah Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran

Pemerintah Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran

Pemerintah Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara akun pro thailand dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan pemerintah mengambil keputusan. Untuk memberlakukan kebijakan ini untuk memperkuat manajemen arus balik lebaran.

Azwar mengatakan pengaturan pola bekerja WFH dan WFO (work from office) bakal diterapkan secara ketat dengan selamanya mengedepankan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, cocok arahan dari Presiden Joko Widodo, lembaga yang mengenai segera dengan pelayanan publik bakal selamanya bekerja layaknya biasa.

“Untuk lembaga yang mengenai dengan pelayanan publik secara langsung, WFO selamanya diterapkan optimal sebesar 100 persen,” ungkap Azwar dalam siaran pers yang di terima oleh VOA.

Ia mencontohkan, lembaga pemerintah yang bekerja 100 % WFO adalah yang bergerak di bidang kesehatan, keamanan dan ketertiban, penanganan bencana, energi, logistik, pos, transportasi dan distribusi, object vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

“Jadi untuk pelayanan yang segera ke publik, bakal selamanya berlangsung optimal cocok arahan Presiden Jokowi yang inginkan kinerja pelayanan publik selamanya execellent dalam segala situasi,” jelasnya.

Azwar menjelaskan, kebijakan bekerja separuhnya dari rumah diberlakukan kepada para ASN di bidang kesekretariatan, keprotokolan, perumusan kebijakan, penelitian, dan analisis.

“Instansi yang mengenai dengan administrasi pemerintahan dan pertolongan pimpinan bisa WFH maksimal atau paling banyak 50 persen. Artinya bisa 40 persen, 30 persen, dan sebagainya, yang diatur oleh pejabat pembina kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi. Contohnya seandainya PPK menerapkan 40 % WFH, maka 60 % pegawai lainnya mesti WFO,” paparnya.

Ia mengimbau supaya seluruh lembaga pemerintah laksanakan pemantauan dan pengawasan pada pemenuhan dan pencapaian sasaran dan target kinerja organisasi. “Jangan hingga libur lebaran mengganggu target kinerja dan kualitas pelayanan,” ujarnya.

Baca Juga: Para Pengungsi Gaza Ingin Kembali ke Rumah Mereka

Pengamat: Arus Mudik dan Balik Lebaran Lebih Baik dari Tahun Lalu

Pengamat Transportasi Darmaningtyas menilai arus mudik joker 123 dan balik lebaran pada tahun 2024 ini lebih baik daripada tahun lalu. Menurutnya, lumrah jika ada sedikit kemacetan dan kepadatan pada jalan atau rute yang di lewati pada arus mudik dan lebaran.

“Saya kira arus balik pas ini terbilang lancar, juga arus mudiknya. Karena sesungguhnya dengan volume kendaraan yang meningkat pesat maka seandainya berlangsung perlambatan. Itu adalah sesuatu hal yang wajar. Agak ironis justru jika seandainya volume kendaraannya meningkat tetapi kelancarannya juga di inginkan sama dengan hari-hari biasanya. Supaya menurut saya hal lumrah seandainya sedikit berlangsung perlambatan,” ungkapnya kepada VOA.

Ia pun mengakui kinerja pemerintah yang cukup baik pada tahun ini, supaya tingkat kecelakaan yang berlangsung pada arus mudik dan balik turun signifikan.

“Kita bersyukur bahwa tingkat kecelakaan tahun ini jauh mengalami penurunan di bandingkan dengan tahun sebelumnya atau 2023 lalu. Turunnya itu bahkan mencapai 50 % lebih supaya kita patut mengapresiasi pada kerja pemerintah yang berhasil menurunkan angka kecelakaan pada pas mudik,” jelasnya.

Lebih jauh ia menilai bahwa penerapan kebijakan WFO bagi lebih dari satu ASN sepanjang dua hari di percayai bisa mengurai kepadatan volume selanjutnya lintas pada puncak arus balik nanti.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno pun mengakui bahwa manajemen arus mudik dan balik lebih baik daripada tahun lalu.

Namun, Djoko menyoroti tetap banyaknya travel gelap yang beroperasi pada musim lebaran tahun ini. Ia mencontohkan kecelakaan KM 58 di Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan 12 penumpang. Yang berada di dalam satu unit Daihatsu Gran Max, Sabtu (6/4). Setelah di kerjakan penyelidikan baru di ketahui bahwa mobil yang sedianya bakal mengantarkan penumpang ke Ciamis, Jawa Barat. Selanjutnya merupakan anggota dari sarana penyedia jasa travel gelap.

Menurut Djoko, kemunculan travel gelap ini sebagai dampak dari gagalnya pemerintah sediakan sarana transportasi publik di daerah.

“Pemerintah gagal sediakan angkutan umum di daerah, yang baru bisa (berhasil) itu angkutan umum antar kota, kereta, bus AKAP, travel antar kota. Tetapi ketika di desa tidak ada angkutan lagi, dan di perkotaan sudah minim, ya dampaknya travel gelap muncul,” ungkap Djoko.

Menurutnya, kemunculan travel gelap bukan cuma pada masa lebaran saja, tetapi nyaris tiap-tiap hari dan pada beraneka rute. Ia mengatakan, kehadiran mereka karena tingginya permohonan dari masyarakat. Ia pun menyayangkan bahwa pemerintah tidak membenahi angkutan umum di daerah, dan memberantas travel gelap.

“Bahkan travel gelap dari Jakarta-Madura ada tiap-tiap hari, tarifnya sama dengan bis. Cuma bedanya mereka di jemput di tengah kota, selanjutnya di antar hingga ke tempat tinggal, jika bus kan kita mesti ke terminal dan tidak hingga rumah masing-masing,” katanya.

“Yang penting itu adalah bagaimana pemerintah membenahi angkutan umum di daerah, itu kata kuncinya. Munculnya travel gelap karena transportasi di tempat itu buruk. Jadi itu tidak bisa di berantas, karena ada kebutuhan. Kalau pernah travel gelap bisa di berantas, saat ini jika di berantas konsisten di balik bertanya ke pemerintah rela naik apa di daerah? Bingung jawabnya pemerintah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *