Menlu China dan Arab Saudi Bahas Situasi Timur Tengah

Menlu China dan Arab Saudi Bahas Situasi Timur Tengah

Menlu China dan Arab Saudi Bahas Situasi Timur Tengah – Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, pada Senin (15/4). Melangsungkan pembicaraan melalui telpon mengenai suasana di Timur Tengah dan pertalian bilateral ke-2 negara.

Wang, yang termasuk anggota Biro Politik di Komite Pusat Partai Komunis China, mengatakan China menentang dengan tegas serangan terhadap kawasan kedutaan Iran di Damaskus, Suriah. Yang merupakan pelanggaran betul-betul hukum internasional.

Di saat yang sama, Wang mengatakan China termasuk mencatat pernyataan Iran bahwa tindakan pembalasannya itu tidak menarget negara tetangga mana pun. Dan tetap bersedia untuk konsisten menerapkan kebijakan bertetangga yang baik dan bersahabat.

Situasi saat ini berada di persimpangan, antara tingkatkan ketegangan atau lagi ke suasana normal, kata Wang.

Ia memberikan bahwa China menghormati penekanan Arab Saudi untuk selesaikan masalah melalui cara-cara diplomatik. Dan memperlihatkan bahwa negaranya bersedia bekerja sama dengan Arab Saudi untuk menjauhi eskalasi lebih lanjut akibat konfrontasi di Timur Tengah.

Baca Juga: Pemerintah Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran

Dampak konflik di Gaza

Wang meyakinkan bahwa eskalasi ketegangan saat ini merupakan pengaruh teranyar konflik di Gaza. Dan tugas paling mendesak saat ini adalah menerapkan resolusi 2728 yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB. Mewujudkan gencatan senjata abadi dan tanpa syarat di Gaza, mengambil alih langkah-langkah efektif untuk memelihara warga sipil. Dan meyakinkan dukungan kemanusiaan.

Lebih jauh Wang meyakinkan solusi yang di tawarkan adalah menerapkan “solusi dua negara” dan mendirikan Negara Palestina yang merdeka. Memulihkan hak-hak nasional yang sah bagi rakyat Palestina, dan mewujudkan hidup berdampingan secara damai antara Israel dan Palestina

Untuk itu komunitas internasional kudu mengambil alih tindakan yang lebih proaktif, mendukung keanggotaan penuh Palestina di PBB, dan mendorong penyelenggaraan konferensi perdamaian internasional yang lebih besar, lebih berwibawa, dan lebih efektif untuk memastikan jadwal dan peta jalur untuk mengimplementasikan “solusi dua negara,” kata Wang.

Ia menggarisbawahi kesediaan China untuk tingkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Arab Saudi dan melakukan upaya bersama dengan untuk tujuan ini.

Dalam peluang yang sama, Faisal mengatakan Arab Saudi dan China punya sikap yang amat konsisten terhadap suasana terkini di Timur Tengah. Kedua negara mendukung penyelesaian perbedaan melalui dialog dan berkomitmen untuk memelihara perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Ia memberikan bahwa pihaknya termasuk amat prihatin dengan memburuknya suasana di Timur Tengah saat ini dan meminta suasana akan normal kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *